Tingkah Polah Orang-Orang Yang Akal-Akalan Kaya

Ironisnya ya Bung, segelintir orang menolak fakta jika memang harta mereka belum seberapa. Alih-alih memperbaiki kasta, ada yang menentukan masuk golongan akal-akalan kaya. Mereka menghidupi imajinasi dengan banyak sesumbar. Kalau Bung jeli, gampang sekali mengenali tipikal orang yang demikian. Salah satunya tentu, ia kelihatan banyak bicara padahal tak punya apa-apa.

Orang yang Ngaku Kaya, Memuja Merek Setinggi Langit Bukan Karena Kualitas

 segelintir orang menolak fakta jika memang harta mereka belum seberapa Tingkah Polah Orang-Orang yang Pura-Pura Kaya

Ya, mereka lebih peduli pada imej yang dimiliki brand tersebut. Katakanlah sebuah sepatu dengan brand terkenal. Mereka yang ingin terlihat kaya akan menyebabkan brand tersebut sebagai ‘tameng’. Alih-alih memahami kualitas dan mengutamakan kenyamanan, golongan orang-orang ini justru jumawa alasannya ialah sudah ‘sanggup membeli’. Tujuannya, tentu berharap sanggup afirmasi dari sekelilingnya atas kesanggupannya itu.

Nah, untuk golongan yang benar-benar kaya, ihwal brand ialah urusan kesekian. Yang penting, barang  tersebut berkualitas dan nyaman dipakai. Itulah kenapa beberapa barang dengan brand kelas atas justru kelihatan mempunyai tampilan yang membosankan dan itu-itu saja.

Merek pengenalnya biasanya hanya tampil kecil nan tersembunyi. Ini alasannya ialah para produsen mengerti pasar. Mereka hanya akan memproduksi barang untuk kalangan sendiri yang tak akan dipahami oleh golongan yang hanya mengglorifikasi sebuah merk.

Ngaku Kenal dengan Banyak Orang Besar Demi Terlihat Gahar

 segelintir orang menolak fakta jika memang harta mereka belum seberapa Tingkah Polah Orang-Orang yang Pura-Pura Kaya

Bung pernah kan ketemu dengan orang-orang semacam ini? Mereka entah kenapa suka dan piawai sekali membangun kisah seakan-akan mereka kenal dekat dengan orang besar ibarat pejabat atau selebritis. Padahal kita sama-sama tahu ya Bung, hal tersebut hanya omong kosong belaka.

Percayalah, orang yang benar-benar kaya dan punya banyak koneksi andal tak akan sesumbar mengenai teman-teman dekat mereka. Buat orang kaya betulan, privasi justru nomor satu.

Entah Mengapa, Lawan Bicara Akan Praktis Bosan Berinteraksi dengan Orang yang Pura-pura Kaya

 segelintir orang menolak fakta jika memang harta mereka belum seberapa Tingkah Polah Orang-Orang yang Pura-Pura Kaya

Bung, kasta mungkin bisa dimanipulasi. Tapi kelas dan sikap tak bisa dibuat-buat. Orang yang akal-akalan kaya biasanya tak disertai kemampuan yang cakap untuk membuat lawan bicara mereka percaya 100 persen dan tahan untuk berinteraksi terus dengannya. Ini alasannya ialah bahasan mereka tak bisa meluas.

Mereka terjebak pada topik membangun imej kaya sehingga yang dibicarakan selalu mengenai uang dan kekayaan. Tak ada yang lebih menyenangkan selain pamer kepada lawan bicara. Padahal, orang kaya raya betulan tak akan banyak sesumbar mengenai uang yang mereka hasilkan.

Dia yang Mau Dicap Sukses, Selalu Ingin Kelihatan Punya Proyek Besar

 segelintir orang menolak fakta jika memang harta mereka belum seberapa Tingkah Polah Orang-Orang yang Pura-Pura Kaya

Orang yang akal-akalan sukses selalu membicarakan sesuatu besar nan potensial yang sedang ia kerjakan. Memang, mereka mempunyai rencana. Hanya saja, mereka tak punya konsistensi dan disiplin diri yang tinggi. Hal ini membuat potensi nan besar itu karenanya tak bisa membawa mereka benar-benar naik kasta. Proyek besar yang dikerjakannya kini tak dibarengi dengan perencanaan matang untuk jangka waktu lima hingga sepuluh tahunan.

Sementara yang benar-benar sukses biasanya ialah orang yang mau bekerja dari nol. Mereka ialah orang-orang yang punya fokus besar dan disiplin tinggi pada satu hal yang mereka kerjakan semenjak usang dan tahu apa yang mereka kerjakan bahkan bisa melihat potensinya di masa mendatang. Yang membedakan orang yang suksesnya hanya akal-akalan dengan yang sukses dari usang ialah konsistensi dan komitmen.

Lucunya, Mereka Tak Suka Bila Merasa Tersaingi

 segelintir orang menolak fakta jika memang harta mereka belum seberapa Tingkah Polah Orang-Orang yang Pura-Pura Kaya

Bung, coba perhatikan. Orang yang akal-akalan kaya biasanya ekspresinya berubah bila bertemu dengan orang yang jauh lebih kaya pengalaman dan sudah mencicipi asam garam. Dalam sebuah percakapan, orang yang akal-akalan kaya cenderung ingin terus menerus menguasai percakapan dan berusaha mengembalikan suasana semoga topik dan arah pembicaraan kembali berbicara perihal kehebatannya.

Sementara mereka yang benar-benar kaya justru lebih sering bertanya daripada berbicara tetang diri mereka sendiri. Mereka selalu tertarik untuk mendengarkan kisah lawan bicara mereka. Jelas sekali perbedaannya, kan?

Urusaan Pekerjaan, Orang yang Pura-pura Kaya Selalu Mencari Nama yang Fancy untuk Jabatan Mereka

 segelintir orang menolak fakta jika memang harta mereka belum seberapa Tingkah Polah Orang-Orang yang Pura-Pura Kaya

Memang ada beberapa pekerjaan yang sejatinya sudah punya nama pasti, namun dipercantik supaya orang lebih mengapresiasi pekerjaan atau jabatan tersebut. Nah, situasi ini yang dimanfaatkan mereka yang suka panjat sosial sekaligus ingin terlihat andal di mata rekanannya.

Bukan hanya gelar akademik yang bisa dimanipulasi, jabatan di kantor pun dilihat semenarik mungkin supaya kelihatan ‘wah’. Kantornya memberi sebutan jabatan “sales” misalnya, maka si akal-akalan kaya akan bilang jabatannya “Business Development And Relationship Maintenance Manager”

Mereka yang Pura-pura Kaya Belum Tentu Punya Banyak Tabungan

 segelintir orang menolak fakta jika memang harta mereka belum seberapa Tingkah Polah Orang-Orang yang Pura-Pura Kaya

Urusan uang simpanan, ini jadi tantangan besar untuk golongan akal-akalan kaya. Alih-alih mengumpulkan uang dan investasi saham, mereka menentukan berinvestasi pada penampilan. Ini alasannya ialah sejatinya mereka belum mengerti cara mengatur uang, yang mereka pahami hanya memakai, memakai, dan memakai, Bung.

Seiring berjalannya waktu, uang pun habis dan mereka perlu uang, maka mau tak mau berhutang. Sementara yang benar-benar kaya, urusan tabungan tak perlu ditanya.

Orang yang Benar-benar Kaya, Punya Kelasnya Tersendiri

 segelintir orang menolak fakta jika memang harta mereka belum seberapa Tingkah Polah Orang-Orang yang Pura-Pura Kaya

Karena memang sudah punya ‘taste’, orang yang sudah kaya dari sananya biasanya mengerti nilai sebuah benda. Tidak hanya untuk jangka waktu sebentar, tapi beberapa waktu ke depan. Prinsip ini yang belum tentu dipahami orang yang akal-akalan kaya, mereka terjebak pada tren yang berkembang dan mengikutinya.

Alih-alih membuat dan memili ‘taste’nya tersendiri, mereka terlalu takut untuk ketinggalan sesuatu yang sedang hits. Ya, orang dengan tipikal ibarat ini bisa jadi mengidap FOMO alias Fear Of Missing Out.