Berikut Ini Doa Setelah Sholat Fardhu(14)

Doa setelah melaksanakan sholat wajib(fardhu) merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh ummat Islam setelah melaksanakan sholat wajib supaya Allah Subhana Wa Ta’ala mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan dan menjadi sarana permohonan pertolongan kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam senantiasa selalu berdzikir dan berdoa setelah melaksanakan sholat. Hal ini termaktub dalam hadits riwayat Bukhari-Muslim yang dikemaukan oleh Ibnu Abbas RA yang artinya : Dari Ibnu Abbas ra ia berkata : bahwa suara mengeraskan suara dalam berdzikir ketika orang-orang selesai sholat maktubah sudah ada pada masa Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam

Berikut doa setelah sholat fardhu beserta artinya :

  • “Bismillahirrahmaanirrahim. Alhamdu lillaahi raabil ‘aalamiin. Hamdan yuwaafii ni’amahu wayukaafii maziidahu. Ya rabbana lakal hamdu kamaa yan baghhi lijalaali wajhika wa’aazhiimi sulthaanika”.

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah Tuhan seri sekalin alam. Dengan puji yang sebanding dengan nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Ya Allah Tuhan kami, bagi-Mu segala puji dan segala apa yang patut atas keluhuran Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.

  • Allahumma Shalli ‘Aala Sayyidinaa Muhammadin Wa ‘alaa Ali Sayyidina Muhammad”. Shala Atan Tun Ajihnaa Bihaa Minjamii’il Ahwaali Wal Aafat. Wa Taqdhi Lanaa Bihaa Jamii’al Haajaat. Wa Tuthahhirunaa Bihaa Min Jamii’is Sayyi’aat. Wataja fa’naa bihaa ‘Indaka A’laddarajat. Wa Tuballighunaa Bihaa Aqshal Ghhayaati Min Jamii-il Khairaatifil Hayaatiwa Ba’dal Mamaat. Innahu Samii’un Qariibum Mujiibud Da’awaat Wayaa Qaadhiyal Haajaat.

Artinya : “Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad dan keluarganya, yaitu rahmat yang dapat menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan penyakit, yang dapat memenuhi segala kebutuhan kami, yang dapat mensucikan diri kami dari segala keburukan, yang dapat mengangkat derajat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu, dan dapat menyampaikan kami kepada tujuan maksimal dari segala kebaikan, baik semasa hidup maupun sesudah mati. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha Dekat, Lagi Maha Memperkenankan segala doa dan permohonan. Wahai Dzat yang Maha Memenuhi segala kebutuhan Hamba-Nya”.

  • Allhumma Inna Nas’aluka Salaamatan Fiddiini Wadduna-Ya Wal Aaakhirah. Wa ‘Aafiya-Tan Fil Jasadi Wa shihhatan Fil Badani Wa Ziyaadatan Fil ‘Ilmi Wa Barakatan Fiirizqi Wa Taubatan Qablal Maut Warrohmatan ‘Indal maut Wa Maghfiratan Ba’dal Maut. Allahumma Hawwin ‘Alainaa Fii Sakaratil Maut Wan Najaata Minan Naari Wal ‘Afwa ‘Indal Hisab.

Artinya : “Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu, kesejahteraan dalam agama, dunia dan akhirat, kefiatan jasad, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rizqi, bertaubat sebelum datang maut, rahmat pada saat datang maut, dan ampunan setelah datang maut. Wahai Allah! Permudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, (Berilah kami) keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat dilaksanakan hisab”.

  • Allahumma Inna Na’uudzu Bika Minal ‘Ajzi Wal Kasali Wal Bukhli Wal Harami Wa’Adzaabil Qabri.

Artinya : “Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari sifat lemah, malas, kikir, pikun dan dari azab kubur.”

  • Rabbanaa Aatinaa Fiddunnyaa Hasanah, Wal Fil Aakhirati Hasanah, Waqinaa ‘Adzaa Bannaar.

Artinya : “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka”.

  • “Subhaana Rabbika Rabbil ‘Izzati Amma Yashifuuna Wasalaamun ‘Alal Murshaliina Wal Hamdu Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina”.

Artinya : “Maha Suci Engkau, Tuhan segala kemuliaan. Suci dari segala apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir. Semoga kesejahteraan atas para Rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan seri sekalian alam”.